Tarif AS meningkat 32% di Indonesia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (2/4) mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10% terhadap barang-barang yang dikirim ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di antara negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, Indonesia berada di urutan ke delapan dengan tingkat 32%, menurut unggahan Instagram Gedung Putih.Tarif timbal balik separuh dari tarif AS akan dikenakan pada sekitar 60 negara.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga mengalami kenaikan tarif 24%, 49%, 46%, dan 36%, masing-masing.

Menurut Kyodo, Trump menyatakan bahwa tujuan dari tarif timbal balik adalah untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja di dalam negeri.

Dalam pengumumannya, Trump menamai hari itu sebagai “Hari Pembebasan” bagi negaranya.

Ia dan pejabat pemerintahannya menyatakan bahwa banyak negara telah “dirugikan” Amerika Serikat karena praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Acara “Make America Wealthy Again” di Gedung Putih Rose Garden menyampaikan pengumuman tarif yang telah lama diancamkan Trump.

Trump telah memberlakukan berbagai jenis tarif baru sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut lebih dari dua bulan lalu.

Di antaranya adalah tarif 25% pada seluruh impor baja dan aluminium serta tarif 25% untuk mobil yang diproduksi di luar Amerika Serikat, yang akan berlaku Kamis.

 

Tarif universal akan berlaku pada Sabtu (5/4), sementara tarif timbal balik, yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS, akan diberlakukan pada Rabu, 9 April 2025, menurut seorang pejabat senior Gedung Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *